Potret Indonesia akan Datang

Reblogged from My blog, my story....:

Seorang bijak pernah berkata, lihatlah generasi muda suatu bangsa, maka anda akan melihat masa depan dari bangsa tersebut. Jika generasi muda bangsa tersebut memiliki perilaku yang baik, maka dapat diperkirakan jika bangsa itu akan menjadi bangsa yang maju dan sukses. Namun, apabila generasi muda bangsa tersebut berperilaku tak beradab, maka dapat diperkirakan jika bangsa tersebut akan semakin hancur dan semakin kelam perjalanannya.

Read more… 560 more words

Sometimes.. we didn't realize this ..

Leave a Comment

Filed under Terbuka

Culture : is that important ?

I do miss writing …

oke setelah berbulan-bulan lamanya mmembiarkan blog ini terlantar akhirnya saya “memaksakan” diri untuk kembali menulis, ternyata memang menulis bukanlah suatu hal yang mudah, menulis juga buka suatu hal yang sulit tergantung bagaimana kita membiasakan diri kita kan hal tersebut..

oke tanpa banyak basa -basi pada kesempatan ini saya akan membahas sedikit tentang “culture” dan tulisan ini terinspirasi dari dosen Matek saya pak Bagus Santoso beliau selalu berkata kepada saya “you have to learn culture, without knowing the culture you are rubbish” that what he said. Pada mulanya saya kaget dengan statement yang beliau katakan tetapi lama kelamaan sudah terbiasa karena beliau selalu mengucapkannya ketika kelas berlangsung, Siapa juga yang gak kaget dibilang “sampah” hanya karena tidak mengetahui budaya.

Menurut wikipedia Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. Kultur dalam Indonesia sering diartikan sebagai tradisi ataupun kegiatan yang biasa dilakukan oleh sekelompok orang tertentu pada daerah tertentu. Dari berbagai pengertian tersebut mungkin belum dapat menjawab pertanyaan diatas, apakah budaya itu penting ? .

Dalam pandangan saya budaya merupakan sarana dan alat yang dapat mempersatukan orang yang satu dengan lainnya, budaya juga merupakan pembelajaran bagi manusia untuk dapat hidup bersosialisasi dan dapat mengerti hakikat penting dari hidup itu sendiri.

Tetapi, dalam pandangan yang lebih dalam budaya dapat berarti mamahami akan perilaku dan kebiasaaan dari sekelompok masayarakat dan mengerti akan adanya perbedaan dalam perilaku tersebut. Sekilas memang tidak ada yang menarik dari hal tersebut tetepi coba bayangkan apabila dengan memahami sebuah budaya kita dapat menghasilkan suatu karya baru, coba juga pahami dengan tidak mengetahui budaya maka kita dapat ditindas dan diperlakukan semena-mena oleh orang lain.

Kelemahan masyarakat Indonesia dalam memahami budaya yang dimilikinya dapat terlihat dari banyaknya penjajahan yang terjadi di Indonesia baik penjajahan secara fisik, materiil, maupun secara moril. Masyarakat asing lebih paham akan budaya Indonesia dari orang Indonesia itu sendiri, mereka lebih paham bagaimana cara membuat batik(cina) dari orang Indonesia, mereka lebih paham kekayaan yang terdapat di Indonesia (USA) dari masyarakat Indonesia itu sendiri, masih banyak hal lain yang menandakan kurangnya pemahaman indonesia akan budaya.

Dosen saya selalu berkata dengan mengetahui budaya maka kamu akan memegang kunci jendela dunia, banyak hal menarik yang dapat dipelajari dari sebuah budaya, banyak pelajaran yang dapat diambil dari sebuah budaya, dan banyak kelemahan yang dapat dilihat dari sebuah budaya, semua hal terangkum dalam budaya tersebut.

satu hal yang pasti, bahwa budaya tidak dapat diketahui tanpa dipelajari dan buadaya tidak dapat diresapi tanpa kita memaknai.

and the culture was the big reasson why i study here. disini saya bisa mempelajari budaya, tidak hanya secara teori tapi juga secara praktis. thanks god who sent me here, yo are the only one who knows what the best for me ..

alhamdulillah ..

5 Comments

Filed under Terbuka

do you agree with this ??

(copas dari facebook)

 

1. tau nggak, memang dimana-mana cowok demennya curhat ama cewek, dan sebaliknya cewek demen curhat sama cowok :)

2. alasannya sih katanya lebih seru (emangnya tinju) dan lebih terpercaya, alibi aja itu mah, bilang aja demen -_-

3. padahal curhat2an cowok-cewek itu bahaya, karna awal2nya sih bilang temen, lama-lama jadi demen 4. alasannya sih “nganggep adik angkat”, awalnya memang adik angkat, lama-lama temen dekat, trus melekat deh.. hehe.. ngaku ayo..

5. walaupun kamu gak bilang kamu pacaran, kalo aktivitasmu begitu, ya sama-sama aja maksiatmu, eta-eta keneh (ceuk sunda mah)

6. atau sekedar sms say hello, “udah maem blum”, “udah mandi blum” >> halah, emaknya aja gak segitunya..

7. tau gak, nafsu itu kayak magnet, berlaku hukum tarik menarik F = G x (Ma x Mb)/r2, gak ngerti ya, ckckck.. sini, mari sy jelasin :D

8. F = nafsu total, G = udah baligh, Ma = syahwat laki2, Mb = syahwat wanita, r = radius (jarak), andersten?

9. jadi semakin deket cowok sama cewek, semakin bahayalah mereka, semakin mungkin baku syahwat diantara mereka, ancur nih..

10. maka semakin kenceng akslerasi syahwat, maka semakin bahaya hasil akhirnya, apalagi syahwat kamu akslerasinya 100 km dlm 3 detik (wow!)

11. Allah yg ciptain kita tau bahwa kita punya syahwat, Dia yang ngasi, makanya sebelum nikah Dia perintah utk jgn deket2 lawan jenis

12. Rasul pun tau kita punya syahwat, maka sebelum akad jangan dekat, apalagi beduaan karena yg ketiganya pasti adalah setan -_-

13. sekedar boncengan, pulang duaan, kerja kelompok bedua (kelompok apaan nih, ganda campuran?), semua tak diperkenankan, demi kita juga kok

14. walau kamu bilang kamu cuma teman, siapa yg jamin bukan TTM, teman tapi maling, eh salah, teman tapi mesra? gak ada yg jamin toh?

15. apalagi Rasul bilang “nahnu nahkum bi dzhahir” (kami menghukumi yang tampak), bukan yg tersembunyi dalam hati, ya kan :)

16. makanya dalam Islam, ikhwan dan akhwat aktivitasnya dipisah, bukan apa-apa, preventif lebih utama dari kuratif, cegah lebih baik dr beli obat

17. dengan gitu niat terjaga dan amal pun terpelihara, apalagi kemuliaan dan kehormatan juga ikut terjaga, adem kan..

18. apalagi jaman sekarang, dunia maya begitu serem, mantengin foto ikhwan / akhwat bukan perkara sulit kyk jaman dulu..

19. jaman sy mah, minta poto cewek setengah mati, jaman sekarang foto cewek berbagai gaya ada, yg mati setengah juga ada.. hehe..

20. chatting mudah, kontak mudah, tanpa sadar muda-mudi kita udah mulai terpapar bahaya dunia maya, gak terkecuali pengemban dakwah (nah loo)

21. “nggak kok mas, ini cuma koordinasi dakwah” >> koordinasi atau koor di nasi~ kok pake pesan “ukhti, afwan, inget tahajudnya ya..” geli gw..

22. “oo.. bukan mbak, ini cuma nanya hukum ke si akhii” >> pertanyaan atau perhatian~ kok nemen banget, knp gak tanya ustadzahnya aja.. hayoo..

23. awalnya pinjem2an buku kuliah, trus pinjem2an kitab ngaji, trus pinjem2an duit (ngutang?) trus lama-lama pinjem2an hati. heh heh heh..

24. tulisannya “I love you, coz Allah” tapi dipakein koma, lagian yang begini2 gak perlu diungkapin ke orangnya lagi, doain aja.. -_-

25. komennya “Keep istiqamah ya ukhti yang disayangi Allah..” >> ampun dah, dakwah dusta bener..

26. jaga niat guys, batesin interaksi sama lawan jenis, kalo Allah udah kasih jalan yang luas, ngapain lagi jalan di pinggir2 jurang

27. jalan masih panjang, dan masih luas, jalanlah ditengah2, kita gak pernah tau kapan badai berhembus bisa meniupkan fitnah pada kita

28. siapa pria yang hatinya belum terjaga hendaklah menikah, siapa yang belum menikah, hendaklah menjaga hatinya dari fitnah wanita

29. curhat boleh, kita tau kok kamu perlu nge-refresh pikiran, sama emak bapak kan bisa, atau sama temen2 satu perjuangan yg sesama jenis? :)

30. interaksi boleh, tapi bagi masih liar hatinya, banyak2lah meluruskan niat :)

31. yang udah terlanjur ada hubungan tanpa ikatan, walau tak dinamakan pacaran, udaaah, putusin aja, selesaikan! :D

follow @felixsiauw on twitter for more :)

3 Comments

Filed under Terbuka

sahabat

selemah-lemahnya manusia ialah orang yang tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu adalah orang mensia-siakan sahabat yang telah ia cari

Sayyidina Ali

3 Comments

Filed under Terbuka

Jingle Space Sonic Linguistic 2012

Reblogged from jurnalazi92:

Click to visit the original post

Jingle Space Sonlis 2012

ayo ramaikan acara OSIS MAN Insan Cendekia Serpong

Leave a Comment

Filed under Terbuka

Last part in Yogyakarta

Alhamdulillah yah .. sesuatu .. hehe, sudah 6 bulan saya berada di yogyakarta, sudah selama ini pula saya mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Walaupun baru satu semseter dan saya masih harus menjalankan 7 semester lagi tapi saya mendapatkan berbagai macam pelajaran.. baik pelajaran secara formal maupun informal, baik yang saya dapatkan di kampus maupun yang saya dapatkan di luar kampus.

Untuk pelajaran yang saya dapatkan di kampus yakni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM pastinya tidak jauh berbeda dengan yang didapatkan di universitas lain. Kurikulum tingkat internasional dan dosen-dosen yang sangat kompeten saya rasa sudah tidak diragukan lagi .. sehingga pelajaran yang saya terima juga mudah untuk diserap dan diaplikasikan. Pengetahuan umum yang diberikan oleh para dosen juga tidak kalah menariknya, banyak dari mereka yang terjun langsung ke lapangan dan sudah pernah menjabat di pemerintahan sehingga pengalaman yang dibagikan kepada siswa sangatlah bermanfaat.

Terimakasih Pak Annggito Abimanyu (pengantar ekonomi), Pak Ibnu Subiyanto (matematika), Pak gugup Kismono (bisnis pengantar), Pak Sony Warsono (akuntansi pengantar), Bu Cahyaningrum (B indonesia), Bu Nurendah (b Inggris), dan Pak Rizal Mustansyir (filsafafat dan pancasila) atas pengajaran dan kerjasamanya selama satu semester awal saya berada di UGM, karena beliaulah saya dapat dengan mudah beradaptasi dan mendapat pengantar dalam emasuki dunia perkuliahan, sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih. Untuk IP yang saya dapat hhm sepertinya hanya Allah, orang tua dan orang tertentu yang boleh tau hehe …tapi alhamdulillah memuaskan.

Sementara itu, pelajaran informal yang saya dapatkan selama saya belajar di UGM tentunya sangatlah banyak tetapi beberapa sudah saya sampaikan pada postingan blog saya sebelumnya. Yang pasti dengan hidup mandiri di kota pendidikan Yogyakarta ini saya bisa mengetahui bagaimana butuhnya kita dengan orang lain, kita adalah mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri, maka dari itu jalinlah koneksi sebanyak-banyaknya dan jangan pernah memutuskan silaturahmi.

Selain itu, peribahasa yang mengatakan “dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” adalah benar adanya. Saya rasakan hal ini ketika saya berada di Yogyakarta dan d kota ini budaya sangatlah dijunjung tinggi yah walaupun memang dalam pengaplikasiannya banyak yang menyimpang tetap masyarakat Yogyakarta masih berusaha untuk mempertahankan budaya mereka dan kita (terutama saya) sebagai pendatang sudah seharusnya mengikuti aturan dan budaya yang berlaku. Walaupun memang terlihat sepele but “trust me it works” hehehe.

Dan yang terakhir dan menurut saya paling penting adalah tidak mudah untuk mengendalikan diri sendiri. Tidaklah mudah untuk menahan hawa nafsu agar bersikap hemat. Tidak mudah mendorong diri sendiri untuk selalu belajar dan tepat waktu dalam segala hal. Pada intinya memang tidak semudah itu untuk mengontrol diri sendiri … ya hal inilah yang saya rasakan ketika saya berada di kosan yang tentunya tak ada aturan yang mengikat. Berbeda ketika saya berada di MAN Insan Cendekia yang semuanya saudah ada aturannya tinggal ikut saja ,, hhm i’m really missed those .. hehe.

Yap mungkin itulah beberapa hal yang dapat saya bagi .. yang pasti saya sangat bersyukur dapat mengenyam pendidikan di FEB UGM dengan kota Yogyakarta yang melindunginya. Sunggguh suatu pengalaman berharga bagi saya, karena hal inilah yang sesungguhnya dapat mendewasakan kita, ketika kita dihadapakan dengan berbagai masalah dan rintangan ketika itu pula kita bertambah dewasa jika bisa menghadapinya dengan baik.

Note: Oh iya satu lagi judul dari artikel ini “last part in yogyakarta” bukan berarti ini waktu terakhir saya berada di yogyakarta tetapi merupakan bagian akhir dari rangkaian cerita di yogyakarta, terimakasih.

Leave a Comment

Filed under Terbuka

Masih Haruskah Pacaran?

dakwatuna.com - Allah memberikan rizki sesuai dengan kebutuhan hambaNya dan di waktu yang menurut Allah terbaik untuk kita mendapatkannya. Jodoh adalah salah satu rizki yang Allah persiapkan untuk kita.

 

Allah akan memberikan jodoh pada kita di saat yang tepat. Bukan sesuai dengan keinginan kita. Seringnya kita menginginkan sesuatu hanya berdasarkan pada keinginan bukan pada kebutuhan. Allah Maha Tahu, kapan kita akan siap untuk menerima sebuah tanggung jawab besar untuk membentuk suatu peradaban kecil yang di mulai dari sebuah keluarga.

 

Karena menikah bukan hanya penyatuan dua insan berbeda dalam satu bahtera tanpa visi dan tujuan yang pasti, berlayar tanpa arah atau berlayar hanya menuju samudera duniawi. Menikah adalah penggenapan setengah agama karena menikah adalah sarana ibadah kepada Allah. Dalam tiap perbuatan di dalam rumah tangga dengan berdasarkan keikhlasan dan ketaqwaan maka ganjarannya adalah pahala. Tapi jika menikah hanya berdasarkan nafsu atau bahkan mengikuti perputaran kehidupan dunia, maka hasilnya pun akan sesuai dengan yang di niatkan.

 

Karena menikah adalah ibadah. Menikah adalah sunnah di anjurkan Rasulullah. Menimbun pahala yang terserak di dalam rumah tangga. Dan semua manusia yang normal pasti akan mendambakan suatu pernikahan. Merasakan suatu episode hidup dimana kita akan memulai segala sesuatu yang baru. Yang dahulu kita berperan sebagai seorang anak dengan berbagai kebahagiaan bermandikan kasih sayang orang tua. Maka menikah adalah suatu gerbang menuju pembelajaran menjadi orang tua kelak. Kita bukan lagi sebagai penumpang di mana mengikuti arah kehidupan yang di tentukan orang tua, melainkan kita akan menjadi driver untuk kehidupan kita sendiri kelak. Kita bisa saja mengikuti jalur yang telah di lewati orang tua, jika memang itu jalur yang tepat. Tapi jika jalur itu tak sesuai dengan arah tujuan kehidupan rumah tangga kita yaitu jalur keridhaan Allah, maka kita pun harus mencari jalur yang tepat.

 

Karena menikah itu adalah satu kebaikan maka seharusnya harus di mulai dengan yang baik pula. Misalnya, ketika kita ingin lulus ujian, maka kita harus belajar yang giat bukan bermalas-malasan.

Ayat Allah masih jelas tertera dalam kitabNya, bahwa pria yang baik akan mendapatkan wanita yang baik pula dan sebaliknya. Dan ayat itu masih sama dengan pada saat Allah turunkan beribu tahun yang lalu. Janji Allah pun tergambar melalui ayat itu dan Allah Maha Menepati janji. Lalu mengapa kita masih meragukan janji Allah itu??

 

Masih haruskah berpacaran??

 

Mengenal lawan jenis dengan dalih untuk mengenal pribadi masing-masing. Padahal kenyataannya, hanya sedikit kejujuran yang di tampakkan pada saat pacaran. Rasa takut yang besar untuk di tinggal pasangannya atau hendak mengambil hati pasangannya membuat mereka menyembunyikan keburukan yang terdapat dalam dirinya. Sudah menjadi rahasia umum, jika usia pacaran yang lama tak menjamin bahwa itu menjadi suatu jalan untuk memuluskan hubungan menuju jenjang pernikahan. Sudah tak menjamin adanya pernikahan setelah sekian lama menjalin masa pacaran, juga banyak di bumbui pelanggaran terhadap rambu-rambu Allah. Maksiat yang terasa nikmat.

 

Zaman sekarang, berpacaran sudah selayaknya menjadi pasangan suami istri. Si pria seolah menjadi hak milik wanita dan si wanita kepunyaan pribadi si pria. Mereka pun bebas melakukan apapun sesuai keinginan mereka. Yang terparah adalah sudah hilangnya rasa malu ketika melakukan hubungan suami istri dengan sang pacar yang notabene bukan mahram. Padahal pengesahan hubungan berpacaran hanya berupa ucapan yang biasa di sebut “nembak”, misalnya “I Love You, maukah kau menjadi pacarku?” dan di terima dengan ucapan “I Love You too, aku mau jadi pacarmu”. Atau sejenisnya. Hanya itu. Tanpa adanya perjanjian yang kuat (mitsaqan ghaliza) antara seorang hamba dengan Sang Pencipta. Tanpa adanya akad yang menghalalkan hubungan tersebut. Hubungan pacaran tak ada pertanggungjawaban kecuali pelanggaran terhadap aturan Allah. Karena tak ada yang namanya pacaran islami, pacaran sehat atau apalah namanya untuk melegalkan hubungan tersebut.

 

Kita berlelah melakukan hubungan pacaran. Melakukan apapun guna menyenangkan hati sang kekasih (yang belum halal) meskipun hati kita menolak. Jungkir balik kita mempermainkan hati. Hingga suka dan sedih karena cinta, cinta terlarang. Hati dan otak di penuhi hanya dengan masalah cinta. Kita menangis karena cinta, kita tertawa karena cinta, kita meraung-meraung di tinggal cinta, kita pun mengemis cinta. Hingga tak ada tempat untuk otak memikirkan hal positif lainnya. Tapi sayang, itu hanya cinta semu. Sesuatu yang semu adalah kesia-siaan. Kita berkorban mengatasnamakan cinta semu. Seorang pacar, hebatnya bisa menggantikan prioritas seorang anak untuk menghormati orangtua. Tak sedikit yang lebih senang berdua-duaan dengan sang pacar di banding menemani orangtua. Pacar bisa jadi lebih tau sedang dimana seorang anak di banding orang tuanya sendiri.

 

Seseorang akan rela menyenangkan hati pacarnya untuk di belikan sesuatu yang di suka di bandingkan memberikan kejutan untuk seorang ibu yang melahirkannya. Seseorang akan lebih menurut pada perintah sang pacar di banding orang tuanya. Hubungan yang baru terjalin bisa menggantikan hubungan lahiriah dan batiniyah seorang anak dengan orangtua.

 

Jika pun akhirnya menikah, maka tak ada lagi sesuatu yang spesial untuk di persembahkan pada pasangannya. Sebuah rasa yang seharusnya di peruntukan untuk pasangannya karena telah di umbar sebelumnya, maka akan menjadi hal yang biasa. Tak ada lagi rasa “greget”, karena masing-masing telah mendapatkan apa yang di inginkan pada masa berpacaran. Bisa jadi, akibat mendapatkan sesuatu belum pada waktunya maka ikrar suci pernikahan bukan menjadi sesuatu yang sakral dan mudah di permainkan. Na’udzubillah.

 

Parahnya jika tiba-tiba hubungan pacaran itu kandas, hanya dengan sebuah kata “PUTUS” maka kebanyakan akan menjadi sebuah permusuhan. Apalagi jika di sebabkan hal yang kurang baik misalnya perselingkuhan. Kembali hati yang menanggung akibatnya. Kesedihan yang berlebihan hingga beberapa lama. Hati yang terlanjur memendam benci. Tak sedikit yang teramat merasakan patah hati dikarenakan cinta berlebihan menyebabkannya sakit secara fisik dan psikis. Juga ada beberapa kasus bunuh diri karena tak kuat menahan kesedihan akibat patah hati.

 

Terdengar berlebihan. Tapi itulah kenyataannya, hati adalah suatu organ yang sensitif. Bisa naik secara drastis, tak jarang bisa jatuh langsung menghantam ke bumi. Apa yang di rasakan hati akan terlihat pada sikap dan perilaku. Hati yang terpenuhi nafsu akan enggan menerima hal baik. Ada orang bilang, jangan pernah bermain dengan hati. Karena dari mata turun ke hati, kemudian tak akan turun kembali. Akan ada sebuah rasa akan mengendap di dalam hati. Jika rasa itu baik dan di tujukan pada seseorang yang halal (suami atau istri) maka kebaikan akan terpancar secara lahiriah. Bukan sebuah melankolisme yang kini merajalela.

 

Banyak pelajaran dari sekitar. Kenapa masih harus berpacaran??

 

Karena ingin ada teman yang selalu setia mendengar tiap keluh kesah?? Tak selamanya manusia bisa dengan rela mendengarkan keluhan manusia lainnya. Hanya Allah yang tak pernah berpaling untuk hambaNya. Bisa jadi secara fisik sang pacar rela mendengar dengan seksama, tapi dia juga manusia yang akan merasa bosan jika selalu di cecoki dengan berbagai keluhan.

 

Malu di bilang JOMBLO??

 

Jika dengan jomblo kita bisa terbebas dari rasa yang terlarang, kenapa harus malu?? justru kita akan merasa nyaman bercengkerama dengan Allah karena sadar hati kita hanya patut di tujukan kepadaNya bukan yang lain. Justru kita harus bangga, di saat yang lain berlomba untuk melakukan hal terlarang tapi kita menjauhinya. Kemudian tak akan ada perasaan was was karena telah melanggar aturan Allah. Kita bebas berkumpul dengan kawan-kawan tanpa ada kekangan dari orang yang sesungguhnya tak memiliki kewenangan terhadap diri kita.

 

Mungkin masih banyak lagi kesia-siaan dalam berpacaran. Dan sesungguhnya belum tentu sang pacar akan menjadi pasangan kita kelak.

 

Pacaran ibarat minuman beralkohol, banyak yang mengelak bahwa dengan berpacaran mereka memiliki semangat baru dan sederet hal positif yang mereka kumandangkan. Tapi sama halnya dengan alkohol, maka manfaat yang di dapat jauh lebih kecil di banding kemudharatan yang di hasilkan. Karena segala sesuatu yang di larang Allah, pasti ada sebab dan manfaatnya.

Kemudian ada yang berdalih, toh pacaran itu tidak merugikan orang lain. Tidak merugikan orang lain, namun hukum Allah jauh lebih baik untuk di ikuti ketimbang menurutkan hawa nafsu yang berakhir pada jurang kebinasaan.

 

Kembali ke pernikahan, suatu kebaikan maka tak pantas jika di awali dengan keburukan. Allah tak akan ingkar janji, karena jodoh telah Allah tetapkan di Lauh Mahfuzh. Tinggal kita melakukan usaha yang baik, yang Allah ridhai. Supaya tiap langkah kita, hanya berisi keridhaan Allah dan mendapat keberkahanNya. Aamiin.

 

(hanya sebuah catatan hati guna pengingat diri dan saudara seimanku)

 

Allahua’lam

3 Comments

Filed under Terbuka